Jumat, 28 April 2017


Pemkab Bolmut melalui Dinas Perhubungan menginformasikan Terminal tipe A Boroko bakal difungsikan pada tahun depan. Infrastruktur yang dibiayai dana APBN ini kini tengah memasuki tahap tender di tingkat pusat. “Tahun ini akan masuk pekerjaan finishing, karena semua fasilitas utama sudah selesai. Sesuai rencana tahun depan terminal ini akan segera dioperasionalkan,” ujar Kadis Perhubungan melalui kabid Prasarana dan Keselamatan, Syahrifan Patadjenu, kemarin.

Dia menambahkan, saat ini belum terlihat pembangunan lanjutanya, disebabkan menunggu tender. “Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, tender sementara dilakukan dan akan diselesaikan tahun ini. Sebab tinggal penyelesaian kecil. Seperti jalan masuk terminal dan selter penumpangnya,” katanya. 
Agar Sama Rata di Semua Sekolah


 Sebaran guru di Kabupaten Bolmut hingga kini masih belum merata. Untuk itu, Pemkab bakal melaksanakan evaluasi dalam rangka menata ulang distribusi guru secara adil. “Tujuannya agar mutu pendidikan di semua sekolah juga sama rata. Dalam hal ini, Dikbud dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) sudah melaksanakan koordinasi dan pendataan ulang jumlah guru di daerah ini,” ujar Kadis Dikbud, Abdul Nazarudin Maloho, kemarin.  

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Perencanaan Mutasi dan Pengembangan Pegawai Supriadi Goma Spdi mengatakan,  satu tahap pemerataan sudah selesai dilaksanakan. “Menyangkut penerapan PP 18 dan adanya pengalihan personil, maka DKPP masih melaksanakan aktualisasi data tentang jumlah guru. Dan untuk tahap awal, yakni koordinasi dengan pengawas sekolah SD, SMP sudah dilaksanakan,” kata Supriadi.

Lanjutnya, dari hasil koordinasi tersebut, ditemui masih ada sekolah yang kekurangan guru. Pun sebaliknya, ada sekolah yang kelebihan guru. “Contohnya ada sekolah yang kekurangan guru mata pelajaran, adapun yang kelebihan. Dan akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tegasnya yang akan  ditindaklanjuti dengan monitoring evaluasi di lapangan.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut Pilemon Gunena. Koordinasi untuk penerataan jumlah guru SD dan SMP akan segera direalisasi di triwulan II ini. “Pemerataan akan segera dilaksanakan. Dan Dinas Pendidikan sudah bekerjasama dengan DKPP untuk pemerataannya. Kalau tidak ada aral melintang, akan direalisasi di triwulan II,” pungkasnya.

Rabu, 26 April 2017

Sebagai kepala daerah, Bupati Bolmut Drs Hi Depri Pontoh adalah gambaran keteladanan yang patut ditiru. Tak ada satu pun sekurity yang ditugaskan berjaga di kediaman orang nomor satu Bolmut itu. Rumah itu sama seperti rumah warga lainnya, bebas bagi warga sekitar untuk masuk dan keluar. Belakangan terkuak, jika kondisi ini memang diinginkan bupati, agar setiap warganya bisa leluasa datang berdiskusi hingga curhat.


“Banyak yang curhat ke bapak soal masalah hidup hingga urusan pribadi. Terkadang beliau menangis semalaman setelah mendengar berbagai curhatan warga itu. Namun beliau juga senantiasa memberikan solusi,” ujar salah seorang figur ASN terdekat Depri, kemarin.


Diantara curhatan warga kepada Depri adalah tidak mampu bayar anak kuliah. Curhatan sejenis ini nyaris setiap pagi dan sore menghampirinya. Bahkan terkadang, curhatan-curhatan ini juga mendampingi Depri saat sedang melaksanakan rutinitas di kantor. “Setiap hari beliau selalu kedatangan warga yang silih berganti menyampaikan beragam maksud dan persoalan yang dihadapi,” tandas sang ASN ini.

Pemandangan yang kerap ditemui ASN ini ketika Depri tengah berbicara dengan warganya, adalah pemandangan pilu, saat warga dan kepala daerahnya itu sama-sama berlinang air mata. Dengan nada terbata-bata sembari terisak, para warga ini sangat leluasa menyampaikan maksud hati mereka, sembari berharap Depri bisa memberi solusi.

Ada yang terkendala biaya saat anak hendak diwisuda, ada persoalan perseteruan antar keluarga, hingga persoalan rumah tangga. “Biasanya sarapan pagi bapak berganti menu menjadi curhatan warga, sehingga ditunda hingga sarapan siang. Saya coba sebutkan satu contoh curhat warga. Papa Adit torang ini mo datang minta tolong, napa anak mo maso kuliah kasiang mar ndak ada biaya, kalo boleh tolong akang,” ungkap ASN ini lagi.

Menurut ASN ini, warga memang telah terbiasa mengadu kepada sang bupati, karena dipastikan Depri mampu menyanggupi setiap curhatan. Mereka juga merasa nyaman untuk bicara terang benderang di hadapan bupati, karena pribadi Depri yang sangat menyenangkan dan menenangkan. Diantara warga tersebut ada yang mengeluh sakit dan belum bisa berobat karena biaya. Setelah terlibat perbincangan santai, DP (sapaan akrab Depri-red) akan langsung mengarahkan warganya itu untuk berobat dan tidak menunda-nunda, sembari memberikan bekal untuk biaya pengobatan. Demikian juga kepada warga yang mengeluh biaya skripsi anak-anaknya, Depri memberi masukan dan bekal biaya skripsi yang dibutuhkan, sembari mengucap harapan agar bisa segera selesai dan kembali ke Bolmut untuk membangun daerah.

“Papa Adit biasanya akan bilang, sama seperti anak-anaknya dahulu, ketika masuk skripsi pasti butuh biaya. Maka dengan segala upaya biaya itu harus dibantu agar bisa cepat selesai dan kembali untuk membangun daerah,” urai ASN ini.

Sementara salah satu kerabat DP yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan, tidak hanya warga. PNS hingga tokoh-tokoh elit di daerah ini sering datang dan mengadukan masalahnya. Setiap kali keluhan itu datang, DP senantiasa mampu membantu tanpa harus memberi tahu kepada orang lain.

“So lama ini rahasia torang jaga, tapi kayaknya Kakay so talalu orang jaga hina. Begini baiknya torang pe pemimpin ini dalam menghadapi warga, bahawan hingga kolega. Saya memang keluarga, tapi saya cerita kenyataan yang terjadi setiap hari. Inilah pemimpin yang harus kita yakini akan mampu mempertahankan nafas daerah terus kuat dan kokoh,” kuncinya. 
 Dinkes Bolmut dalam 3 tahun terakhir terus mendorong program pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) stop buang air besar sembarangan (SBS) kepada masyarakat. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan ini terus diaktifkan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perubahan perilaku buang air besar yang sehat.

“Harapan kami kegiatan ini akan memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit. Lebih dari itu, kami berharap kegiatan ini akan kebiasaan buang air besar sembarangan menjadi buang air besar di jamban sehat,” ujar Kadis Dinkes dr Jusnan C Mokoginta MARS, kemarin.

Harus diingat lanjut Jusnan, secara langsung kegiatan buang besar sembarangan akan mencemari lingkungan sekitarnya, bahkan menjadi sumber penyakit seperti diare, kecacingan, penyakit mata dan gatal-gatal. Secara umum Jusnan menyatakan program Kemenkes RI ini berpeluang untuk memberikan tambahan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat berpedoman 5 pilar STBM, seperti stop buang air besar sembarangan atau menggunakan jamban/WC, kebiasaan cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah aktivitas kegiatan, memasak makanan yang bersih serta mengkonsumsi air bersih yang dimasak terlebih dahulu, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair. “Saya telah mengistruksikan kepada seluruh staf untuk meningkatkan volume kegiatan ini, dalam rangka mempermudah upaya meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik dan mempertahankan budaya hidup bersih dan sehat, agar dalam jangka panjang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik,” kuncinya. 

Selasa, 25 April 2017


Raihan gelar kabupaten sehat kategori swastisaba padapa pada tahun 2015 lalu menggambarkan pengelolaan kesehatan yang semakin bagus. Tahun ini, selain mempertahankan kategori yang lama, pemkab juga bertekad untuk merebut kategori swastisaba wiwerda.
“Perjuangan kali ini pasti lebih berat. Sebab terdapat 4 tatanan yang harus dipoles sebelum penilaian usai lebaran Idul Fitri nanti. Imbas akhirnya kita berharap seluruh masyarakat tanpa terkecuali akan semakin menyadari arti pentingnya kesehatan. Mari kita bersatu untuk meraihnya,” ujar Bupati Bolmut Drs Hi Depri Pontoh, kemarin.
Ditegaskan orang nomor satu Bolmut itu, kabupaten sehat tidak hanya sebatas karya pemerintah dan unsure stakeholder terkait, namun merupakan karya seluruh masyarakat di daerah ini. Tanpa peran serta masyarakat tandasnya, gelar kabupaten sehat mustahil mampir ke Bolmut.
Dia pun berharap, dukungan masyarakat pada upaya meraih kabupaten sehat kategori swastisaba wiwerda akan semakin kuat. Harus diingat, jika berhasil meraih gelar ini, otomatis sarana lalu lintas, pelayanan transportasi, inudstri, perkantoran, pariwisata hingga pasar-pasar di Bolmut akan ikut sehat. Sebab, sarana prasarana tersebut masuk dalam elemen 4 tananan yang dinilai.  
“Kabupaten sehat dalam beberapa tahun terakhir menjadi prestasi unggulan kita, dan menjadi ajang pembuktian janji-janji pemerintah di bidang kesehatan. Masih banyak pekerjaan rumah di bidang ini yang harus kami kejar. Hal itu tentu membutuhkan dorongan dan partisipasi dari segenap untuk bersama-sama mencapai derajat kesehatan kabupaten bolmut berdasarkan standar nasional,” kuncinya. 
Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana masyarakat, masih menjadi prioritas kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong Utara (Bolmut) saat ini. Hal tersebut, dibuktikannya lewat penayangan lelang 5 paket fasilitas public pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Setdakab Bolmut.
“Kelima paket ini, tentunya sudah memenuhi standarisasi dukumen lelang secara elektronik, makanya kami (Pemkab Bolmut, red) tak perlu menunggu lebih lama lagi melaksanakan pengumuman lelangnya,” kata Kepala Bagian  Barang dan Jasa (Barjas) Setdakab Bolmut Moh Noval Djarumia, saat dihubungi kemarin.

Menurutnya, kelima paket proyek tersebut yakni Penataan Lampu Jalan (PJU) Ibukota Kabupaten, senilai Rp813 juta, Perencanaan pemetaan 13 daerah irigasi Rp300 juta, Pembangunan SPAM mata air terlindung Kecamatan Bolangitan Barat Rp1,43 miliar, Pemanfaatan Ide Capacity SPAM di Kecamatan Bintauna Rp1,43 miliar dan Pemanfaatan Ide Capacity SPAM di Kecamatan Pinogaluman senilai Rp2,36 miliar.
“Kelima paket ini, ouputnya akan bermuara pada pemenuhan sarana dan prasaran public terlebih khusus di Kabupaten Bolmut. Mudahan-mudahan melalui penayangan lelang secara elektronik ini, secepatnya akan kita dapatkan pemenangnya, begitu pula dengan pelaksanaan pekerjaan program ini pun secepatnya akan terealisasi,” ujarnya.

Ditambahkannya, penanyangan lelang secara elektronik ini, merupakan salah satu bentuk system transparansi Pemkab Bolmut, dalam melaksanakan berbagai program pembangunan yang ada di daerah.

“Terhitung sebelum lima paket ini ditayangkan, sudah ada puluhan paket proyek yang kita tenderkan secara elektronik, kesemuanya pun sudah ada pemenangnya bahkan sudah ada paket yang mulai direalisasikan pekerjaaanya. Muda-mudahan kelima paket ini secepatnya pula terlaksanakan pekerjaanya,” pungkasnya.
Sebanyak 241 Guru Tidak Tetap (GTT) Madrasah di lingkungan Alkhairat Bolmut dipastikan menerima inssntif bulanan sebesar Rp 500 ribu. Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah (pemda) terhadap para pendidik ini.
 “Insentif mereka mulai ditata di APBD tahun ini, sebagai motivasi agar semakin semangat kerja,” ujar Bupati Drs Hi Depri Pontoh yang baru-baru ini dilantik menjadi Ketua Komda Alkhairat, kemarin.
 “Jumlahnya memang masih terbilang kecil, karena melihat dari segi kemampuan keuangan daerah. Nilai itu tentu kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi oleh Pemerintah. Guna memotivasi para tenaga pengajar di Madrasah Alkhairat ini lebih semangat lagi,” kata Pontoh lagi.
Pontoh pun berharap, dengan adanya insentif tersebut, para GTT di Madrasah Alkhairaat dapat mempergunakannya dengan sebaik mungkin, terutama dalam memenuhi kebutuhan keseharian. “Kami sadarai jumlah itu mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keseharaian. Namun dari nilai ini, semoga bisa bermanfaat positif bagi para GTT yang dengan iklas mengabdi untuk dunia pendidikan dan dakwa di tanah bolmut ini,” pungkasnya.
Sebelumnya sesuai   informasi yang diperoleh Jurnal Padi bahwa, sebelum adanya terobosan pemerintah kabupaten Bolmut yang saat ini dipimpin oleh Bupati Drs Hi Depri Pontoh jika para GTT yang mengajar Alkhairaat hanya menerima honor yang sangat minim dan jauh dari kata sejahtera. Bahkan terkadang untuk pembayaran honor pun tak menentu perbulannya.

Para tenaga pengajar pun hanya berharap adanya partisipasi dari orang tua murid. Bahkan sering kali kendala biaya oprasional sekolah yang memadai membuat aktifitas belajar mengajar sering mengalami kendala. Namun kini kendala-kendala tersebut telah teratasi dan perlahan akan terus mendapat perhatian dari Pemkab Bolmut, menginggat saat ini Bupati Bolmut telah di daulat menjadi Komda Alkhairaat Kabupaten Bolmut, itu artinya kemajuan lembaga pendidikan tersebut akan lebih diperhatikan oleh pemda. 

PROMOSI EVENT

Unordered List

Sample Text

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Featured Posts

Cari Blog Ini

Followers

Sample Text

HTML Table

Ordered List

RUANG PUBLIK

KATA MOTIVASI

GRAFIS PEMBANGUNAN

DP DALAM LENSA

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget